Dalam quran, jihad dibagi menjadi dua, jihad fii sabilillah dan jihad fillah.
Jihad fii sabilillah bermakna bersungguh-sungguh dalam menempuh jalan Allah baik dengan mengorbankan harta, benda maupun nyawa.
Sedangkan jihad fillah bermakna usaha sungguh-sungguh untuk mendekati Allah dengan tujuan menguatkan ruhiyah, caranya ialah dengan membersihkan jiwa kita dari segala sifat negatif seperti, hasad, ria, dengki dan kufur nikmat.
Dua bentuk jihad ini sama-sama sulit, butuh kekuatan yg besar untuk menjalaninya. Kekuatan yang bukan hanya bersumber dari lahiriah tapi juga harus ditopang dengan kekuatan ruhiyah. Tapi ujung dari keduanya tetap satu yaitu keridhaan dari Allah.
Bicara jihad itu kadang terasa berat. Tapi di satu kajiannya Ustadz Adi pernah menyampaikan bahwa setiap orang punya jalan jihadnya masing-masing.
Jihadnya seorang guru adalah bersungguh-sungguh saat mendidik muridnya.
Jihadnya seorang pedagang adalah berusaha untuk selalu memastikan agar akad jual belinya sesuai dg tuntunan syariat.
Jihadnya seorang ayah adalah mendidik dan menafkahi keluarga.
Jihadnya seorang wanita setelah menikah adalah totalitas dalam mendampingi suami dan mendidik anak-anak di rumah.
Ternyata makna jihad itu luas. Bahkan sekecil apapun peran kita di dunia ini kalau kita mau bersungguh-sungguh dalam menjalaninya, mau menerima setiap keletihannya, mau memperbaiki setiap kekurangannya, dan tetap berupaya untuk menjadikan Allah satu-satunya tujuan, maka itupun jihad 😊
Jihad fii sabilillah bermakna bersungguh-sungguh dalam menempuh jalan Allah baik dengan mengorbankan harta, benda maupun nyawa.
Sedangkan jihad fillah bermakna usaha sungguh-sungguh untuk mendekati Allah dengan tujuan menguatkan ruhiyah, caranya ialah dengan membersihkan jiwa kita dari segala sifat negatif seperti, hasad, ria, dengki dan kufur nikmat.
Dua bentuk jihad ini sama-sama sulit, butuh kekuatan yg besar untuk menjalaninya. Kekuatan yang bukan hanya bersumber dari lahiriah tapi juga harus ditopang dengan kekuatan ruhiyah. Tapi ujung dari keduanya tetap satu yaitu keridhaan dari Allah.
Bicara jihad itu kadang terasa berat. Tapi di satu kajiannya Ustadz Adi pernah menyampaikan bahwa setiap orang punya jalan jihadnya masing-masing.
Jihadnya seorang guru adalah bersungguh-sungguh saat mendidik muridnya.
Jihadnya seorang pedagang adalah berusaha untuk selalu memastikan agar akad jual belinya sesuai dg tuntunan syariat.
Jihadnya seorang ayah adalah mendidik dan menafkahi keluarga.
Jihadnya seorang wanita setelah menikah adalah totalitas dalam mendampingi suami dan mendidik anak-anak di rumah.
Ternyata makna jihad itu luas. Bahkan sekecil apapun peran kita di dunia ini kalau kita mau bersungguh-sungguh dalam menjalaninya, mau menerima setiap keletihannya, mau memperbaiki setiap kekurangannya, dan tetap berupaya untuk menjadikan Allah satu-satunya tujuan, maka itupun jihad 😊
0 komentar:
Posting Komentar