Kamis, 28 Januari 2021

Cara Nabi Nuh Mengikat Nikmat dari Allah

Belajar tentang ayat ini, saya jadi malu sendiri... ⁣
Dalam ayat ini, diceritakan bahwa Nabi Nuh adalah  seseorang yang terlampau banyak bersyukur. Allah memberinya apresiasi sebagai hamba yg selalu bersyukur dan menjadikannya teladan bagi keturunannya karena usaha Nabi Nuh yg selalu menjaga rasa syukur sejak bangun hingga tidur lagi, bahkan untuk hal-hal kecil seperti saat memakai sepatu pun beliau bersyukur atas nikmat kaki yg masih diberi kekuatan untuk menopang badan. Nikmat yg sering saya lupakan. ⁣
Syukur itu terkadang lebih mudah terucap saat kondisi diri sdg lapang, atau ketika  Allah memberikan sesuatu yang saya inginkan setelah usaha yang begitu keras. ⁣
Sementara saat Allah tidak menghendakinya, langsung ngeluh, kenapa saya harus mengalami ini? Seakan lupa atas sekian banyak nikmat yg sudah Allah beri. ⁣
Keluhan-keluhan kecil yg melunturkan syukur semacam, ya Allah kok susah banget pengen me time? Lupa kalau selama ini Allah kasih nikmat bisa banyak menghabiskan waktu bareng keluarga, sementara yang lain belum tentu mendapatkannya.⁣
Kenapa sih cucian sama lipetan baju teh gak beres-beres? (Curhat banget lah ini 😅) ⁣
Lupa mensyukuri nikmat tangan yang masih dikasih kekuatan untuk nyuci dan lipat baju.⁣
Pelajaran penting buat saya agar gak menyandarkan rasa syukur sama kondisi. Karena faktanya Allah itu selalu memberi apapun yang kita butuhkan tanpa harus kita minta dalam kondisi apapun kita. Mau lagi sempit atau lapang, susah atau senang, sehat atau sakit, selalu ada nikmat dari Allah yg bisa kita syukuri kalau kita mau lebih peka atas setiap kebaikan dari Allah.⁣
Continue reading Cara Nabi Nuh Mengikat Nikmat dari Allah

Menata Niat

Continue reading Menata Niat

Respon Terindah Nabi Ibrahim saat Diuji


Perlu beberapa hari untuk merefleksikan ayat ini..Bukan, bukan karena gak sempat, tapi karena banyak banget pelajaran penting yang saya dapat dari Nabi Ibrahim dalam ayat ini. Tentang ujian, pesan cinta Allah dibalik ujian, dan bagaimana cara kita menyikapinya. ⁣

Nabi Ibrahim mengajarkan saya untuk selalu memberikan respon yang paling indah atas setiap ujian yang Allah beri. Keyakinan untuk menjaga prasangka baik pada Allah, bahwa Allah gak akan pernah menyia-nyiakan kita, seberapapun beratnya ujian yang harus dilalui.⁣

Berbicara ujian, sebenarnya bukan hanya tentang Nabi Ibrahim, tapi sepenuhnya tentang kita. Kita semua akan diuji tanpa terkecuali. Dan Allah pun memberi ujian bukan tanpa tujuan. Apa tujuannya?⁣

"The purpose of a trials is to test the aptitude and worthiness of a man for a certain function, but Allah is all knowing and knows every existent inside out." (Maariful Qur'an)⁣

Kadang kita gak sadar kalau Allah itu udah menanamkan banyak sekali potensi kebaikan dalam diri kita. Ujian ada untuk memunculkan potensi baik itu keluar, agar kita mampu menjalani suatu amanah. To inside out. Seperti ujian yang datang pada Nabi Ibrahim untuk melatih potensinya sbg seorang pemimpin. Maka kita pun demikian, diuji agar kita siap untuk mengemban suatu peran dengan sebaik-baiknya suatu hari nanti. ⁣

Kalau mau ditarik ke pengalaman sebagaiibu.. ujian seperti anak tantrum, perjuangan toilet training, anak GTM, mungkin itu teh cara Allah untuk memunculkan dan melatih kesabaran kita yg akan jadi bekal yg sangat bermanfaat untuk mengutuhkan peran kita sebagai ibu.⁣

Ah, masih banyak bgt hikmah yg pgn ditulis..⁣Tapi tugas negara udah menanti :D

Continue reading Respon Terindah Nabi Ibrahim saat Diuji

Jihad Itu Berat, Tapi...

Continue reading Jihad Itu Berat, Tapi...

Selasa, 19 Januari 2021

Makanan dan Kondisi Hati


"Barangsiapa memelihara perutnya akan terpeliharalah agamanya." (Ibrahim bin Adham)⁣

Makan bagi seorang muslim bukan sekedar aktivitas fisik, tapi lebih dari itu, kondisi hati dan ruhiyahnya pun akan sangat dipengaruhi oleh apa yang masuk ke dalam perutnya. ⁣

Kalau mau dirunut, penjelasan tentang makanan yang thayyib ini gak berhenti hanya di fisik makanan yang bersih dan bermanfaat, tapi ada yang harus diteliti juga apakah penghasilan yang digunakan untuk membeli makanan tsb bersumber dari pekerjaan yang halal. ⁣



Maka menghadirkan makanan yang halal dan thayyib dalam keluarga menjadi hal yg urgent bagi ayah juga ibu. Ayah sebagai penjemput nafkah mesmastikan harta yg diamanahkan terhindar dari hal-hal yang tidak sesuai syariat. Ibu sebagai koki keluarga berusaha mengatur menu, memilih bahan, dan mengolah masakan yang sudah dipastikan halal dan thayyib sehingga masakan yang disajikan tujuannya bukan hanya untuk memanjakan lidah tapi untuk menguatkan ibadah. ⁣

Ayat ini jadi sentilan banget buat saya yang masih sering memuaskan nafsu perut yang penting kenyang dan enak di lidah, tanpa memperhatikan apakah makanan itu baik dan bisa menambah semangat saya untuk beribadah? Dari ayat ini jg jadi dapat hikmah, kalau hati lagi gak tenang dan bawaannya malas ibadah, mungkin saya perlu cek dan perbaiki makanan saya, sesuatu yang kadang luput dari perhatian saat futur. Karena ternyata setan juga mengintai makanan kita
Continue reading Makanan dan Kondisi Hati