Seorang guru pernah berkata, niat itu tak ubahnya seperti signal pada HP seseorang yang ingin berkirim pesan.
Proses penyampaian pesan akan sangat bergantung pada signalnya, jika kuat maka pesan akan diterima dengan baik dan cepat, jika signalnya lemah bisa saja pesan sampai lama atau bahkan gagal terkirim.
Ini hanya umpama, tapi saya mengambil banyak hikmah dari apa yang beliau sampaikan..
Anggaplah semua amal yang kita lakukan ini adalah sebuah 'pesan' yang akan dikirim. Maka kita perlu 'narahubung' yang bisa menyampaikan pesan ini dengan tepat.
Itulah NIAT.
Semua muslim sudah pasti tau kepada siapa ia seharusnya mengirimkan 'pesan' tersebut.
Namun ternyata dalam perjalanannya banyak hal yang akan mempengaruhi niat kita, menjadi semakin kuat ataukah melemah. Ya, kitalah sendiri yang harus berusaha sekuat upaya menjaga niat agar tetap tertuju pada penerimanya.
ALLAH.
Guru lain pernah berucap...
"Nak, perkara menjaga niat yang kuat dan lurus adalah pekerjaan seorang hamba seumur hidupnya. Mudah?" tanya beliau.
"Tentu tidak!" Gumam saya.
"Karena balasan dari usahamu itu akan kamu rasakan pula seumur hidupmu." ucap beliau sambil merengkuh bahu saya.
"Apa itu bu?"
"Barakah, berharaplah kebaikan dari Allah yang terus bertambah atas usaha kita dalam menjaga niat seiring perjalanan hidup." tutur beliau penuh makna.
"Bagiku tidak ada suatu perkara yang paling berat untuk aku obati daripada meluruskan niatku"
(Sufyan Ats-Tsauri)
Proses penyampaian pesan akan sangat bergantung pada signalnya, jika kuat maka pesan akan diterima dengan baik dan cepat, jika signalnya lemah bisa saja pesan sampai lama atau bahkan gagal terkirim.
Ini hanya umpama, tapi saya mengambil banyak hikmah dari apa yang beliau sampaikan..
Anggaplah semua amal yang kita lakukan ini adalah sebuah 'pesan' yang akan dikirim. Maka kita perlu 'narahubung' yang bisa menyampaikan pesan ini dengan tepat.
Itulah NIAT.
Semua muslim sudah pasti tau kepada siapa ia seharusnya mengirimkan 'pesan' tersebut.
Namun ternyata dalam perjalanannya banyak hal yang akan mempengaruhi niat kita, menjadi semakin kuat ataukah melemah. Ya, kitalah sendiri yang harus berusaha sekuat upaya menjaga niat agar tetap tertuju pada penerimanya.
ALLAH.
Guru lain pernah berucap...
"Nak, perkara menjaga niat yang kuat dan lurus adalah pekerjaan seorang hamba seumur hidupnya. Mudah?" tanya beliau.
"Tentu tidak!" Gumam saya.
"Karena balasan dari usahamu itu akan kamu rasakan pula seumur hidupmu." ucap beliau sambil merengkuh bahu saya.
"Apa itu bu?"
"Barakah, berharaplah kebaikan dari Allah yang terus bertambah atas usaha kita dalam menjaga niat seiring perjalanan hidup." tutur beliau penuh makna.
"Bagiku tidak ada suatu perkara yang paling berat untuk aku obati daripada meluruskan niatku"
(Sufyan Ats-Tsauri)
0 komentar:
Posting Komentar